Senin, 01 April 2013

Hakim Musa

Minggu, 24 Maret 2013
Pdt. Petrus Hadi Santoso


Kel 18:13-23

Cara setan menggagalkan rencara Tuhan:
1. Menghambat supaya kita tertinggal
Contoh setan menghambat adalah dari seorang hakim bernama Barak. Sesungguhnya destiny Barak besar atas bangsanya. Tetapi panca indera dan pikiran Barak terlalu kuat sehingga Barak ketakutan dan gagal mencapai destiny-nya. Sesungguhnya Tuhan juga sudah siapkan suku Naftali dan suku Zebulon karena kedua suku ini adalah suku yang tidak banyak bermasalah. Tetapi Barak mengecilkan destiny-nya. Destiny kita besar, destiny kita mendunia. Jangan kecilkan semuanya hanya karena apa yang kita lihat. Tuhan memberikan jatah yang besar. Jangan kecilkan jatah itu hanya karena pikiran manusia kita

2. Mendorong supaya kita didepan Tuhan
Musa melakukan semuanya seorang diri. Dia mengambil nabi, hakim, guru dan dia kerjakan dari pagi hingga malam. Setan tahu bagaimana caranya supaya Musa tidak mencapai destiny. Dia mengambilnya seorang diri disini bukan berarti multitalent. Musa melakukannya dari pagi hingga malam sehingga tidak ada persekutuan intim dengan Tuhan. Yitro, mertua Musa bukanlah orang Israel. Yitro mengucapkan yang dari Tuhan. Tuhan bisa pakai siapa saja untuk menyampaikan isi hati-Nya. Musa sadar dan akhirnya mengangkat pemimpin atas 100 orang, 50 orang dan 10 orang.

24 Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya.
Respon hebat yang dilakukan Musa. Kenapa Musa mau melakukan semuanya itu? Bukan karena Yitro adalah mertuanya melainkan karena itu adalah dari Tuhan.

Ibrani 5:11-14

Jadilah seperti anak-anak. Sikap hati kita yang polos seharusnya kita tiru dari anak-anak. Tetapi tanggung jawabnya jangan seperti anak-anak. Ditinjau dari waktunya, seharusnya kita bergerak dewasa. Mendoakan, pelayanan roh, doa perang dll. Kita punya panca indra jasmani dan rohani yang terlatih untuk menggenapkan destiny.

2 Timotius 2:1-2
Seberapa kita menjadi orangnya Tuhan. Jangan cuma percaya tetapi kita juga harus meningkat menjadi dipercayai bahkan menjadi orang kepercayaan Tuhan.

Tidak ada komentar: