Rabu, 15 Januari 2014

Tanda - Tanda Jalan

Minggu Pagi, 12 Jan 2014
Pdt. Petrus Hadi S


Yeremia 31:21-22

Dirikanlah bagimu rambu-rambu jalan, pasanglah bagimu tanda-tanda jalan; perhatikanlah jalan raya baik-baik, yakni jalan yang telah kautempuh! Kembalilah, hai anak dara Israel, kembalilah ke kota-kotamu ini! Berapa lama lagi engkau mundur maju, hai anak perempuan yang tidak taat? Sebab TUHAN menciptakan sesuatu yang ba
ru di negeri: perempuan merangkul laki-laki."

Nabi Yeremia adalah seorang nabi yang menyampaikan teguran-teguran Tuhan kepada bangsa Israel. Teguran-teguran keras disampaikannya tapi kerap kali selesai disampaikannya, dia menangis menjerit minta belas kasihan Tuhan supaya berkenan mengampuni bangsa Israel. Dalam injil ketika murid-murid disuruh menanyakan siapa Yesus, ada yang berkata bahwa Yesus adalah Nabi Yeremia karena dalam diri Yesus juga terdapat belas kasihan. Dalam ratapan Nabi Yeremia dibuat sebuah buku yaitu Kitab Ratapan.

Judul dari Yeremia 31 adalah "Perjanjian Baru". Ada waktu dimana umat Israel menanggapi teguran Tuhan. Ayat 23 berbicara dimana Tuhan memulihkan keadaan Israel. Ada 2 ayat penentu perjanjian itu digenapi yaitu ayat 21-22. Setelah ayat ini muncul baru perjanjian dan pemulihan itu terjadi. Ditengah situasi yang serba sulit, Tuhan pasti membedakan antara yang takut akan Dia dengan yang tidak. Kita mengakui kita hidup dalam hukum anugerah bukan hukum taurat. Bukan karena kebaikan atau taurat tapi karena anugerah yang mahal walaupun gratis. Tapi sering kita menganggap anugerah itu murahan. Sering kita tidak perlu aturan. Kalau berbuat salah minta ampun beres. Belajar melihat dari sisi lain kita bertobat sungguh-sungguh.

Kita ingin apa yang alkitab tulis terjadi dalam hidup kita. Alkitab isinya adalah perjanjian-perjanjian Tuhan. Tetapi secara khusus Yeremia 31 menuliskan perjanjian pemulihan. Sebuah perjanjian terdiri dari 2 pihak. Kalau dari salah satu pihak tidak mendukung maka terjadi kontra. Tuhan selalu menepati janji-Nya, tapi sering kita yang tidak menyadari. Banyak orang menuntut hak padahal kewajiban tidak dilakukan. Sering kita meng-klem Tuhan karena tidak diberkati, padahal kewajiban yang harus kita kerjakan tidak dikerjakan. Jangan terlalu memikirkan hak tapi pikirkanlah kewajiban kita.

Tuhan perintahkan supaya kita mendirikan rambu-rambu kehidupan sampai diulang 2 kali. Tahun 2014 mau lihat janji Tuhan digenapi maka kita tidak bisa hidup semau gue. Rambu-rambu jalan dilanggar: aku lagi pengin baca alkitab, aku lagi tidak pengen baca alkitab, aku lagi pengin kebaktian, aku lagi tidak pengen kebaktian dll. Dari cara menyetir mobil, orang bisa kelihatan bagaimana hidupnya. Lampu reting ada tujuannya supaya orang tahu kemana kita akan belok. Banyak dari kita sak karepe dewe. Parkir sembarangan, berhenti sembarangan sampai banyak bunyi klakson dari belakang. Dan sering tidak menyadari kalau kita salah justru ngomel: "berisiklah dsb."

Perhatikan hidup kita sehari-hari. Tuhan suruh kita memasang rambu-rambu. Kalau kita hidup menurut aturan maka akan berjalan enak. Baca alkitab teratur, berdoa dengan teratur. Kalau kita hidup dalam aturan yaitu firman maka maut tidak akan menyentuh hidup kita.

Tahun 2013 coba kita instropeksi diri. Kenapa gagal, kenapa jatuh, kenapa begini begiku, kita harus mengkoreksi diri kenapa semuanya terjadi. Jangan cepat-cepat salahkan orang lain apalagi sampai menyalahkan Tuhan. Minta Roh Kudus untuk mengingatkan apa yang membuat kita gagal. Apa yang tidak menyukakan hati Tuhan. Banyak yang dari kita masih menggunakan pikiran, mengandalkan manusia. Area Tuhan dihati bukan dipikiran. Kalau kita ingin di tahun 2014 kita diberkati, relakanlah dirimu untuk diperbaiki. Apa yang membuat Tuhan tidak suka, kita perbaiki. Sebab ketika Tuhan suka maka tidak ada pintu yang tertutup. Kalau kita nurut maka kutuk bisa berubah menjadi berkat.

Ayat 22. Ada kata yang aneh yaitu mundur maju, biasanya maju mundur. Repotnya saat Tuhan memberikan janjinya kita sedang dalam posisi mundur maka berkat itu akan lewat. Hal seperti inilah yang sering membuat kita kecewa dan meninggalkan Tuhan. Yesus tidak pernah lalai untuk menepati janji-Nya. Persoalannya apakah kita didapati maju saat menerima berkat ataukah pada posisi mundur? Kalau posisi maju kita akan terima, tetapi kalau posisi mundur maka kesempatan janji itu lenyap.

Perempuan merangkul laki-laki, perempuan gambaran gereja Tuhan sedangkan laki-laki adalah Tuhan Yesus. Pak Yusak sering berkata: "Tuhan kalau aku tidak makan yang malu bukan aku tapi Engkau sendiri lho." Pak Yusak bisa menghimbau Tuhan. Kalau kita taat, kita bisa merangkul/menghimbau Tuhan. Jangankan sampai terucap dari mulut kita, di hati saja Tuhan sudah tahu. Tahun 2014 impikan hal yang besar. Berusahalah merangkul Tuhan, terus maju jangan sampai Tuhan memberikan berkat saat kita mundur.

Tidak ada komentar: