Senin, 22 April 2013

Kuasa Pujian Penyembahan

Minggu, 14 Apr 2013
Bp. Yosep Suhardjo

 

Kalau kita baca dalam Kisah Para Rasul 16:16-24, mungkin yang menjadi gambaran dalam hidup kita sekarang ini didapati ada sesuatu yang membelenggu. Rasul Paulus didera begitu rupa bahkan masuk penjara bukan karena suatu kejahatan, seolah-olah tidak ada suatu terobosan. Tetapi kalau kita baca ayat selanjutnya (25-26), Paulus bangkit dari segala himpitan, tidak mau membiarkan dirinya terus berkubung dalam kelemahan dan depresi. Satu hal yang dia kerjakan adalah menaikan doa, pujian dan penyembahan yang kuat sampai mujizat dinyatakan. Semua belenggu terlepas dan pintu yang tertutup seketika terbuka.

Kisah Para Rasul 16:25-26
Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
Kuasa pujian penyembahan:
1. Pujian penyembahan menghalau segala kegalauan
Yesaya 61:3
untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
Semangat yang pudar mulai menyengkir dari hidup kita. Terjemahan bahasa Inggris takan sebagai germent of praise = jubah pujian. Jubah pujian ini akan menghalau semua semangat pudar dan kegalauan keluar dari diri kita. Jangan sampai setiap hari kita berjalan tanpa mengenakan jubah pujian. Dalam pujian ada jaminan kemenangan dalam diri pribadi, keluarga, pekerjaan, pelayanan dan seluruh aspek hidup kita. Jangan takut dan kuatir menghadapi tantangan dan rintangan, jubah pujian akan menghalau keluar semua kemustahilan dan mengubah jadi sebuah keajaiban. Jangan sekedar keluar dari mulut, melainkan harus dari segenap hati dinaikkan sehingga membuat iman kita bangkit.

Amsal 25:20
Orang yang menyanyikan nyanyian untuk hati yang sedih adalah seperti orang yang menanggalkan baju di musim dingin, dan seperti cuka pada luka.
2. Pujian penyembahan membawa kepada kemenangan
2 Tawarikh 20
Apa yang dilakukan Yosafat saat kesesakan terjadi sampai dia mengalami pembalikan keadaan? Yosafat masuk dalam penyembahan sehingga imannya bangkit (ayat 4:12). Terjadi pembalikan keadaan dari ketakutan yang begitu rupa (ayat 3) menjadi sorak kemenangan (ayat 27). Pujian penyembahan membawa kita dari kemenangan kepada kemenangan dan keajaiban kepada keajaiban.

2 Tawarikh 20:18-22
Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalempun sujud di hadapan TUHAN dan menyembah kepada-Nya. Kemudian orang Lewi dari bani Kehat dan bani Korah bangkit berdiri untuk menyanyikan puji-pujian bagi TUHAN, Allah Israel, dengan suara yang sangat nyaring. Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: "Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!" Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.

Ada 7 kata ibrani yang dipakai untuk menguraikan arti pujian penyembahan. Yosafat bukan hanya mengalami kemenangan tetapi juga dia menikmati jarahan yang besar.
Barak = berlutut dan sujud. Tanda merendahkan diri dihadapan Tuhan (ayat 18)
Shabach = memuji dengan suara nyaring/ joyful noise (ayat 19)
Hallal = memuji dengan kasih. Akar kata dari HalleluYAH (ayat 19) - Mazmur 119:164
Zamar = memuji memakai alat musik bersenar (ayat 21) - Mazmur 144:9, Mazmur 147:7
Yadah = memuji dengan mengangkat tangan, tanda penyembahan dan penyerahan diri (ayat 21). Ekspresi tangan berkaitan erat dengan sikap hati.
Towdah = menaikan pujian sebagai ucapan syukur, ini merupakan kata iman sudah melihat/menerima jawaban Tuhan sebelum peristiwa terjadi (ayat 21) - Markus 11:24
Tehilah = pujian yang bersifat spontan tanpa perencanaan

Tidak ada komentar: