Senin, 20 Oktober 2014

Perkara Dalam dan Tepat


Mgg, 7 Sep 2014
Ev. Nany Susanty


Pada saat Canada seminggu lalu. Saat duduk lagu oh jehova dinyanyikan. Kog lagunya bisa sampai disana. Ternyata bagi mereka itu adalah lagu yang baru pertama kali dinyanyikan. Mereka diberkati dengan lagu itu. Diciptakan bukan oleh pencipta lagu yang sering buat lagu. Tapi diciptakan karena pergumulan. Selesai ibadah banyak yang datang kepada bu Nany. Roy adalah pelayan gitaris di Shekinah sekarang menikah dan tinggal di Australia. Pada saat anak kedua dikandung dan mencapai 3 bulan dalam kendungan harus periksa dalam kandungan 3 bulan sehingga tahu persis cacat atau tidak. Sebab kalau cacat harus dikuburkan. Pada saat itu Ririn (istrinya) pergi sendiri ke dokter untuk periksa. Pada saat periksa dokternya berkata janinnya tidak normal. Anak itu akan lahir cacat mental dan tubuhnya jadi harus digugurkan. Tapi Ririn berkata tidak akan menggugurkan. Dokter berkata seminggu lagi menunggu Ririn untuk datang arborsi. Saya mempertaruhkan iman kepada Tuhan. Pada waktu Roy pulang lihat Ririn shock lalu diceritakannya. Mereka sepakat apapun yang terjadi aku mau menyembah Engkau Tuhan. Dia tidak pernah katakan sembuhkan anak saya tapi dia hanya menyembah, semuanya aku serahkan kepada Tuhan. Selama 5 bulan mereka tidak periksa dokter sebab mereka tahu kalau mereka datang kepada dokter, iman mereka bisa goyah. Masa terberat adalah menunggu janji Tuhan. Detik-detik masa 9bulan adalah masa sangat berat. Pada saat masih di kandungan mereka tidak lihat anaknya. Pada saat anak keluar mereka akan lihat anaknya. Pada saat melahirkan ternyata lahir normal tanpa cacat. Dilihatnya semua anggota tubuh anaknya ternyata normal. Lagu yang keluar dari suatu pergumulan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Empat bulan baru dibawa pulang ke Indonesia. Biasanya anak yang lahir dari ibu yang stress pasti pesimis mukanya lemas karena turunan dari ibunya tapi anak Roy justru tidak. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, percayalah sesuatu yang ajaib terjadi. 

Amsal 8:6-9

Dengarlah, karena aku akan mengatakan perkara-perkara yang dalam dan akan membuka bibirku tentang perkara-perkara yang tepat. Karena lidahku mengatakan kebenaran, dan kefasikan adalah kekejian bagi bibirku. Segala perkataan mulutku adalah adil, tidak ada yang belat-belit atau serong. Semuanya itu jelas bagi yang cerdas, lurus bagi yang berpengetahuan.

Diperlukan telingga untuk mendengar. Dalam kitab ini akunya huruf kecil karena berbicara tentang hikmat tapi kalau kita baca sampai akhir maka didapati hikmat adalah Yesus. Pada saat penciptaan maka hikmat yaitu Tuhan Yesus bersama-sama Bapa melakukan perkara besar.

1. Tuhan akan mengatakan perkara-perkara yang dalam
2. Tuhan akan membuka bibir-Nya tentang perkara-perkara tepat

Perkara dalam adalah sesuatu yang tidak kelihatan. Anak dalam kandungan Ririn tidak bisa dilihat karena dia tidak periksa. Tapi dia percaya ada sesuatu yang hidup dalam perutnya. Perkara yang dalam akan membukakan sesuatu yang besar. Apakah sudah tahu? Belum tapi Tuhan sudah siapkan. Perkara yang tepat adalah sesuatu yang harus diputuskan dengan tepat. Langkah yang Tuhan berikan adalah tepat. Apa yang dijanjikan Tuhan hari ini adalah kebenaran.

Apa yang dibutuhkan untuk perkara dalam dan tepat?
1. Kecerdasan
Kita akan dimasukkan perkara dalam dan tepat dibutuhkan kecerdasan. Cerdas artinya cepat menangkap. Ketika kita tidak tahu dan cepat bertanya itu namanya cerdas. Kita harus cerdas nangkap firman. Sambar setiap firman yang diberikan bukan hanya didengar. Kalau kita sekedar dengar maka kita tidak bisa masuk kedalaman. Kalau orang cerdas, ada firman sambar lakukan maka sesuatu yang dalam terjadi dan kita bisa lakukan dalam ketepatan.

Rut 1:16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;

Untuk belajar Rut bisa berkata seperti itu tidak bisa cepat. Kalau dilogika tidak akan masuk. Ketika Naomi mau pulang ke bangsanya, dia sudah memerintahkan Rut bisa kembali kepada bangsanya. Secara pemikiran manusia apa yang dikatakan Naomi tidak salah. Tetapi kenapa Rut sampai mau mengambil langkah mengikut Naomi? Dimana letak rahasianya? Dia belajar, dia sambar firman Tuhan selama 10 tahun. Dalam kitab Keluaran, Imamat seorang yahudi harus mengajarkan taurat. Menempelkan firman di tiang pintu, kepala, dada, gelang pada anaknya. Setiap malam yang diceritakan adalah keajaiban Tuhan kepada Abraham, Yusuf, Musa dll. Ada sesuatu di Kanaan, Rut nyambar akan hal ini. Dia tangkap FT, dia tahu disana ada susu dan madu. Orpa diceritakan yang sama tapi dia tidak nangkap kedalaman, dia pulang kepada bangsanya. Dia tidak ada dalam kecerdasan. Selama 5 menit kedepan setiap rhema sambar dengan kuat. Lakukan FT maka hal ajaib terjadi. Akhirnya dia berjalan kepada Kanaan bersama Naomi

Rut 1:22 Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai.

Rut adalah orang yang cerdas, begitu melihat Kanaan, dia terbelalak ternyata benar Kanaan penuh susu dan madu. Pilihan dia tidak salah. Dia lihat kanan kiri, tanah yang diberkati Tuhan. Dia tidak pernah berfikir yang tidak baik. Jalan pikiran yang dalam. Rut tinggalkan Moab menuju kepada kesejahteraan.

Rut 2:2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku."

Rut tidak bisa tinggal diam, dia langsung berfikir positif. Rut mau jadi pemulung. Seringkali kita malu untuk melakukan sesuatu yang tidak cocok dengan hati kita. Belajar perkara kecil. Sepanjang perjalanan lihat tuaian jelai, Rut mau memungut jelai. Remah-remah yang tidak berguna lagi, dia mau ambil. Sering kita berkata aku tidak bisa? Belum apa-apa sering kita berkata aku belum punya modal, kalau punya modal aku akan gini gini gini. Kalau kita mau Tuhan pasti memberi. Rut tidak menunggu untuk diajak kerja tapi dia langsung kerja. Rut tidak malu untuk memungut jelai. Tangkap peluang apa yang Tuhan berikan. Tangkap kecerdasan dalam 5 menit kedepan. Apakah dia pernah belajar menuai? Apakah dia pernah memulung? Dia tidak tahu. Tapi dia tahu arti kedalaman, dia mau melalukan. Ini awal dari jejak menjadi istri bos. Rut tidak punya pikiran akan menjadi istri Boas. Tapi dengan tindakan mau memulung, Tuhan pimpin dia ke ladang sampai bertemu Boas.

2. Sikap hati membuat orang lain tertarik.
Rut 2:5
Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?"

Ruth punya tingkah laku yang patut dicontoh. Pegawai daripada Boas sangatlah banyak. Mengapa dari sekian banyak pegawai, Rut bisa terlihat? Karena ada sesuatu yang berbeda yang membuat dia dipantau terus. Kalau dalam diri kita ada sesuatu yang berbeda yang menarik maka divine connection terbuka lebar. Punyailah kecerdasan, kedalaman dan ketaatan.
Ayat 7-14 menggambarkan bagaimana Rit diperhatikan. Kalau mandor-mandor Boas tidak memperhatikan jeli maka tidak akan tahu. Mengapa mandor-mandor Boas sampai tertarik kepada Rut? Rut adalah orang asing dan bukan sebagai pekerja daripada Boas. Bisa saja pekerja Boas iri kepada Rut. Tetapi sebaliknya pekerja-pekerja Boas tidak merasa iri kepada Rut. Sikap Rut bisa membuat orang berbelas kasihan. Rut bisa memperoleh bulir-bulir gandum sangat banyak. Dimanapun kita berada, buat orang respek kepada kita. Percayalah kita bisa lakukan perkara besar.

Rut 3:5 Lalu kata Rut kepadanya: "Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan."

Rut tidak mengerti peraturan tapi dia mengerjakan semuanya. Apapun yang Tuhan perintahkan sekalipun bertolak belakang dengan kemauan kita maka kita harus tetap lakukan. Karena ketaatan Rut, ia bisa bertemu dengan Boas. Dari kedalaman dan ketepatan serta ketaatan bisa melahirkan seorang raja yaitu Raja Daud dan sampai pada Raja segala Raja, Yesus Kristus Tuhan.

Tidak ada komentar: