Senin, 20 Oktober 2014

Lakukan Lebih

Kejadian 39:1-5
Setiap kita ingin menjadi seperti Yusuf dimana kita menjadi orang yang berhasil. Siapkah kita melewati sebuah proses untuk mencapai hal yang besar? Kunci Yusuf menjadi besar adalah proses memberi yang terbaik. Hari itu Potifar membeli budak, dalam pikiran Potifar adalah untuk supaya Yusuf mengatur rumahnya. Yang membedakan adalah Yusuf mengerjakan yang lebih baik daripada budak yang lain. Potifar mengamati semua budak termasuk Yusuf. Ternyata dari semua budak yang ada, didapati Yusuf mengerjakan lebih. Mari punyailah mental untuk mengerjakan yang lebih baik daripada yang lain, sampai Tuhan berkata: “engkau mengerjakan lebih daripada yang lain.” Kalau sama dengan orang lain maka tidak ada keistimewaannya. Tapi kalau kita berbeda maka mata Tuhan memandang kita dan Tuhan beri upah kepada kita.

Sementara yang lain menyembah patung buatan Raja Nebokatnezar, tapi Sadrakh, Mesakh dan Abednego berbeda. Merrka tidak mau menyembah patung buatan raja. Mata Tuhan tertuju kepada ketika orang tersebut yang mengambil keputusan untuk tidak menyembah kepada patung. Daniel lebih taat kepada perintah Tuhan daripada perintah raja dengan tidak makan makanan/santapan raja. Kalau hidup kita mau diubah Tuhan, buat Tuhan tertarik kepada kita. Yusuf dipercaya untuk memegang segala harta milik Potifar. Ketika hatimu biasa saja ya terjadilah tapi kalau iman kita besar maka kita dipercayakan lebih. Punyailah sikap berbeda dengan dunia yaitu sikap untuk yang lebih baik.

Setiap apa yang kita kerjakan akan menguntungkan hidup kita. Kalau kita mengerjakan yang lebih baik maka hal itu bukan untuk orang lain tapi untuk diri kita sendiri. Dalam pelayanan ataupun yang lainnya mari lakukan lebih dan lakukan yang terbaik. Kalau kita tidak singguh-sungguh maka jatah kita bisa diambil oleh orang lain.


Kejadian 24:10-22
Hari itu Eliezer disuruh Abraham untuk mencari jodoh untuk anaknya yaitu Ishak. Eliezer berdoa supaya mendapatkan jodoh yang tepat untuk Ishak. Banyak gadis yang berdatangan ubtuk menimba air. Ketika Eliezer sedang mengerundel, ada seorang wanita bernama Ribkah datang dan Eliezer minta nimum kepada Ribkah. Ribkah tidak hanya member minum kepada Eliezer saja tetapi juga unta-untanya. Untuk memberi minum unta juga berat karena seekor unta bisa minum 75-100 liter. Kalau 10 ekor unta bisa mencapai 750-1000 liter dan itu pun Ribkah harus pergi dan menimba. Banyak gadis yang datang dan mengambil air. Tapi Eliezer menunggu supaya ada orang yang member dia dan unta-untanya minum. Hari itu Ribkah memberi lebih. Dia tidak kenal Eliezer, mungkin Eliezer hanya seorang musafir tapi Ribkah memberikan lebih. Eliezer hanya minta minum untuk dirinya sendiri tapi Ribkah memberi lebih bahkan untuk kesepuluh untanya. Tuhan perhatikan semuanya itu, dikasihlah anting-anting dan gelang kepada Ribkah. Anting-anting ditukar dengan air. Setiap kita pasti mau diberi anting-anting emas, tapi maukah kita juga memberikan pelayanan menimba air? Semua barang yang dibawa daripada Eliezer diberikan kepada Ribkah dan keluarganya. Apa yang Ribkah kerjakan, Tuhan lihat dan menaruh perhatian. Semua kekayaan Abraham turun kepada Ishak kemudian disalurkan kepada Ribkah. Siapa yang mau memberi lebih kepada Tuhan, melalui pelayanan, pekerjaan dll,semuanya Tuhan akan turunkan kepada kita.

Musuh kita supaya bisa memberi lebih adalah rasa lelah/capek. Terkadang dalam pelayanan, kita merasakan lelah. Begitu juga yang dialami Ribkah selama 2 jam menimba air. Ayo tanggulangi rasa lelah kita. Saat kita lelah mari kerjakan sungguh-sungguh, paksa diri kita untuk bekerja bagi Tuhan sampai diberikan apa yang Tuhan hendak beri. Jangan takut lelah, Tuhan mengupah hidup kita.

Matius 5:38-48
Hukum taurat berkata kalau gigi kita dipukul sampai rontok maka harus dibalas. Tapi Tuhan Yesus mengajar berbeda yaitu supaya membalas dengan kebaikan. Mengikut Tuhan itu tidak gampang, berikan kepada orang lain kebaikan lebih. Pada jaman orang Israel dijajah Romawi, ketika orang Yahudi diperintah oleh orang Roma maka apapun perintahnya harus menurut. Contoh ketika orang Roma pergi ke pasar dan membeli barang berat, ketika orang Roma tersebut bertemu dengan orang Yahudi, maka orang Yahudi akan dipaksa membawa barang beliannya dan harus menempuh jarak misalkan 1 mil atau 1,5 km. ketika sudah berjalan satu mil maka hukumnya berhenti. Tetapi perintah Yesus berbeda yaitu berjalanlah 2 mil. Satu mil pertama adalah pengendalian orang Roma, tetapi satu mil berikutnya adalah hak orang Yahudi. Kalau kita mengerjakan sesuatu kerjakan sungguh-sungguh maka pada waktunya kita sendiri yang akan mengendalikan situasi. Dari orang yang dikendalikan menjadi orang yang mengendalikan. Yang sulit dikerjakan bersama Tuhan akan menjadi mudah tetapi yang mudah dikerjakan tanpa Tuhan akan menjadi sulit.

Seorang pramuniaga bekerja di sebuah toserba. Ada seorang ibu yang mengunjungi toserba tersebut. Semua pegawai sudah mencurigai ibu tersebut hanya untuk lihat-lihat saja, tidak akan beli karena penampilannya yang tidak mencerminkan seorang yang hendak membeli barang. Dan ternyata benar perempuan itu hanya melihat-lihat saja, maka semua pramuniaga pergi meninggalkan ibu tersebut. Ibu tersebut melihat-lihat semua barang yang ada di setiap konter di toserba tersebut. Tibalah ibu tua ini pada konter pramuniaga yang berbeda. Ditawarkan bantuan oleh pramuniaga tersebut kepada sang ibu. Ketika diketahui bahwa ibu tersebut hanya menunggu temannya, si pramuniaga tidak meninggalkan ibu tersebut
 seorang diri melainkan dia beri service yang lebih dengan mengambilkan kursi supaya sang ibu bisa lebih nyaman menunggu temannya. Beberapa menit kemudian temannya datang. ketika hendak pergi dati toserba tersebut, si ibu tua tadi meminta nomor telp dan nama si pramuniaga tersebut. Beberapa bulan kemudian ada telp dari Belanda masuk ke toserba tersebut. Dipesanlah furniture dan penelpon hanya mau dilayani oleh wanita pramuniaga tersebut baik pengantaran furniture dll. Akhir cerita pramuniaga tersebut menjadi kaya bahkan memiliki saham 50% dari toserba tersebut. Modalnya hanya memberi pelayanan walaupun hanya memberi kursi. Tuan kita Yesus Kristus sedang mengamat-amati diri kita.

Mari kerjakan lebih dari apa yang kita harapkan baik dalam pelayanan, pekerjaan dll. Tuhan yang memberi lebih. Suami istri kerjakan tugas dan tanggung jawabnya lebih maka keluarga akan diubahkan luar biasa. Minta kekuatan dalam iman kita, serahkan kepada Tuhan. Lakukan yang lebih baik lagi maka tiba-tiba upah itu turun. Tuhan sedang memandang kita, yakinlah Tuhan memberi kemenangan kepada kita.

                                                                                                                               Minggu, 17 Agustus 2014
                                                                                                                               Bp. Victor Purnomo

Tidak ada komentar: