Senin, 20 Oktober 2014

Kutuk

Mgg, 7 Sep 2014
Pdt. Petrus Hadi Santoso


Galatia 3:13
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"


Kalau tidak pengertian benar maka kita bisa keliru. Sepuluh perintah Tuhan bisa hukum taurat tetapi juga bisa firman. Tuhan sudah menebus KUTUK hukum taurat. Dahulu ketika sembilan hukum sudah kita lakukan tetapi satu hukum tidak kita kerjakan maka kita tidak bisa masuk surga. Tetapi sekarang walaupun baru lakukan 2 hukum oleh anugerah Tuhan, Tuhan yang memampukan kita untuk mencapai apa yang menjadi destiny kita. Kenapa orang tidak tertarik pada kekristenan? Karena hidup kita tidak berubah. Setiap kita punya kekurangan dan kelebihan. Kelebihan kita harus lebih besar daripada kelemahan. Kalau kita membatasi Tuhan maka kita rugi.

Yeremia 1:10
Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."


Tugas Yeremia adalah membangun dan menanam. Ada hal yang harus dilakukan sebelum mambangun dan menanam yaitu mencabut, merobohkan, membinasakan dan meruntuhkan. Tidak cukup dipotong tapi harus dicabut sampai akar-akarnya. Sesuatu yang mau dibangun tidak bisa dibangun kalau belum dicabut total. Untuk buat lahan tembakau tidak cukup dipotong tetapi semua akar-akarnya harus dicabut dan butuh waktu lama. Mencabut dan merobohkan, membinasakan dan meruntuhkan, artinya betul-betul sampai habis.

Setan tidak rela kita menikmati masa keemasan. Setan mencari celah untuk pijakan sehingga menghambat kita untuk tidak bisa lari. Salah satu pijakannya adalah kutuk. Manusia rohani harus semakin lama semakin baik. Keharmonisannya harus semakin naik termasuk hubungan seks. Butuh keharmonisan Tuhan tidak memberi penyakit. Kalau sakit-sakit terus pasti ada tuntutan setan. Keuangan kita juga diberkati.

Doa Daniel sudah didengar tapi malaikat Gabriel dihadang penguasa persia. Penguasa negara melakukan perjanjian dengan kuasa kejahatan. Kalau masih ada yang belum beres dalam hidup kita roh, jiwa, tubuh dan ekonomi maka koreksi diri. Janji Tuhan besar makanya harus siapkan wadah yang besar.

Yeremia 1: 9
Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.

Bagaimana caranya mencabut dan menanam? Dengan perkataan. Cara deklarasi adalah perkataan. Omongin orang maka akan kena batunya. Omongin firman dapat berkat. Tuhan jamah dulu bibir Yeremia baru ditaruh firman. Kita tidak bisa ditaruh firman kalau perkara kita belum dibersihkan dahulu. Pakai mulut jangan untuk hal sia-sia.

Tidak ada komentar: