Senin, 20 Oktober 2014

Berani Melangkah

Angka 7 berbicara kesempurnaan. Diapit, diawali dan diakhiri angka 5 yaitu anugerah. Dari awal mula dari anugerah dan akan diakhiri dengan anugerah. Kita berhak menerima warisan dari Tuhan. Tahun Ayin Hey adalah tahun Roh Kudus. Tahun dimana hembusan nafas Tuhan masuk dalam hidup kita. Setiap kita hanya berkata hanya Kau yang menjadi tempat jawaban dengan tidak setulus hati maka semua hanya sepintas pujian. Tapi kalau dengan sepenuh hati maka hasilnya akan luar biasa. Ini waktu 5 menit terakhir bagaimana respon kita? Apakah setiap apa yang kita lakukan dan perkatakan dapat menggetarkan hati Tuhan? Belajar paksa diri untuk menyembah dengan pujian yang keluar dari hati kita. Banyak orang yang merayakan Ayin Hey tapi kalau tidak dari hati maka hembusan nafas Tuhan tidak akan dihembuskan. Ayin Hey berbicara posisi hati kita dimana? Akankah iman kita masih bulat ataukah sudah retak? Masihkah kita percaya saat proses Tuhan terus berjalan dan belum dijawab? Ayin Hey adalah kebenaran iman yang tetap percaya sekalipun belum terjadi apa-apa.

2 Raja-Raja 6:24-25 Sesudah itu Benhadad,raja Aram menghimpunkan seluruh tentaranya lalu maju mengepung Samaria.Maka terjadilah kelaparan hebat di Samariaselama mereka mengepungnya sehingga sebuah kepala keledai berharga delapan puluh syikal perak dan seperempat kab tahi merpati berharga lima syikal perak.
Inilah yang disebut masihkah kita percaya ditengah kelaparan yang hebat.

2 Raja-Raja 7:3-9 Empat orang yang sakit kusta ada didepan pintu gerbang.Berkatalah yang seorang kepada yang lain Mengapakah kita masih duduk duduk disini sampai mati?Jika kita berkata :Baiklah kita masuk kota,padahal dalam kota ada kelaparan,kita akan mati disana.


Dan jika kita tinggal disini kita akan mati juga.Jadi sekarang marilah kita menyeberang keperkemahan tentara Aram.Jika mereka membiarkan kita hidup,kita akan hidup dan jika mereka mematikan kita ,kita akan mati.Lalu pada waktu senja bangkitlah mereka masuk ketempat perkemahan orang Aram.Tetapi ketika mereka sampai ke pinggir perkemahan orang Aram itu,tampaklah tidak ada orang disana.Sebab Tuhan telah membuat tentara Aram itu mendengar bunyi kereta,bunyi kuda,bunyi tentara yang besar sehingga berkatalah seorang kepada yang lain:Sesungguhnya raja Israel telah mengupah raja raja orang Het dan raja raja Misraim melawan kita supaya mereka menyerang kita.Karena itu bangkitlah mereka melarikan diri pada waktu senja dengan meninggalkan kemah,kuda dan keledai mereka serta tempat perkemahan itu dengan begitu saja,mereka melarikan diri menyelamatkan nyawanya.Ketika orang orang yang sakit kusta itu sampai ke pinggir tempat perkemahan ,masuklah mereka kedalam sebuah kemah lalu makan dan minum.Sesudah itu mereka mengangkut dari sana emas dan perak dan pakaian,kemudian pergilah mereka menyembunyikannya.Lalu datanglah mereka kembali,masuk ke dalam kemah yang lain dan mengangkut juga barang barang dari sana kemudian pergilah mereka menyembunyikannya.Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain”Tidak patut yang kita lakukan ini.Hari ini adalah hari kabar baik,tetapi kita tinggal diam saja.Apabila kita menanti sampai terang pagi,maka hukuman akan menimpa kita.Jadi sekarang kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana Raja.


Kusta adalah leprah/hensen. Penyebabnya adalah micro bakteri lepra. Sampai hari ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Orang yang terkena kusta identik dengan orang yang kena kutuk. Mereka menyendiri dan ada di pintu gerbang. Di gerbang mati, pulang ke kota sudah tidak diterima dan pasti mati karena kelaparan hebat ke perkemahan orang aram mati. Dikepung artinya dibiarkan mati tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau sama-sama mati mereka lebih memilih ke perkemahan tentara aram. Dibutuhkan suatu persepakatan / unity dalam bertindak. Dalam unity ada mujizat, yang tidak mungkin jadi mungkin. Semua tergantung respon iman kita.

Kalau seandainya seorang kusta berkata mau cari mati dengan pergi ke perkemahan orang Aram maka mereka tidak akan melihat mujizat. Dengan kesakitan dan ketidakberdayaan mereka bertindak. Mereka masuk perkemahan orang Aram dan didapati kosong. Mereka makan sampai kenyang, mengambil pakaian dan barang berharga. Sering karena persoalan kecil kita tidak menerima berkat Tuhan yang ajaib. Semua tergantung respon hati dan iman kita. Ketika kita mau bertindak kita akan terima hal yang lebih dari yang kita pikirkan.



Minta yang dari Tuhan supaya masuk dalam hidup kita. Ditengah ketidak berdayaan kita. Asal kita percaya, sepakat, merendakhan diri, tidak takut melangkah, iman tidak gugur maka kita pasti mendapatkannya. Ditengah keadaan yang tidak baik, ditengah kelaparan jasmani dan rohani buat kita tetap percaya bahwa berkat itu sedang datang. Terjadi jarahan besar-besaran ketika kita melakukan yang dari Tuhan. Hari itu pembalikan keadaan terjadi. Dari kelaparan menjadi kelimpahan yang luar biasa. Alami next level bersama Tuhan. Buat hati kita percaya dan respon yang tepat dalam setiap keadaan.
                                                                       Ibadah Raya 28 September 2014,Magelang
                                                                        Bp.Anton Parakan


Tidak ada komentar: