Senin, 20 Oktober 2014

Membuka Pintu Kelimpahan

Kam, 28 Agt 2014
Pdt. Petrus Agung Purnomo


Pada saat kumpul di rumah Pak Yusak jl GatSu, ada tamu tak diinginkan datang yaitu aparat berseragam. Dapat mandat untuk mengambil alih dan menyegel tempat itu. Saat PAP bertanya apakah harus dikosongkan? Belum ada keputusan dari pengadilan. Tembok depan rumah ditulis milik instansi. Sepertinya tidak bisa berdaya. Belum dapat dari pengadilan tapi sudah ditulis. Beberapa waktu ada seorang pengacara ngobrollah PAP dengannya mengenai rumah sudah disegel walaupun belum diambil secara fisik milik mereka. Akhirnya pengacara tersebut yang mengurus. Beliau adukan kepada pemimpin tertinggi dan kaget pemimpinnya saja tidak tahu. Kasihlah memo ini bukan kebijaksanaan sebagai lembaga. Akhirnya mereka tempati lagi rumah tersebut. Hapus semua cat yang ada. Datang satu aparat dari antara mereka. Sekarang dia mau ambil alih secara fisik. Dia tidak tahu kalau pak YC sudah dapat memo. Pertama kali aparat datang, pak YC tidak hadapi. Tetapi kali kedua pak YC yang berdiri sendiri dan marah-marag. Mengapa beliau tiba-tiba berani? Karena sudah ada surat.

Di dalam Tuhan, kita seperti itu. Yesus ketika datang sudah beresi semua. Kita sudah merdeka dan dalam anugerah Tuhan.

Teman PAP mendapat plat no aparat. Saat jemput, PAP kaget. Hebat kemana-mana bebas karena plat khusus. Tetapi jawabannya lain yaitu ya pak platnya memang hebat tapi nyali sopir tidak berani. Sia-sia kan? Mengapa orang kristen sudah terima Yesus tapi tetap seperti orang terbelenggu. Kita tidak punya iman dan bertindak sesuai iman.

Orang-orang Indonesia yang bertindak oleh tentara jepang. Sebagian pejuang bisa masuk mendengarkan radio. Sebagian menyerah dan minta keluar. Tapi sebagian lagi tidak mengerti bahwa Jepang sudah menyerah. Sebagian lagi mengerti tapi takut. Kebenaran yang kita ketahui akan memerdekakan kita. Kenapa pak YC berani? Ya memang semua karena Tuhan tapi juga karena ada kebenaran.

Kita sudah mengalami kebenaran tapi yang perlu adalah tindakan iman sesuai kebenaran. Hidup di bawah anugerah jadi beda dengan dunia. Umat Tuhan binasa karena kurangnya pengetahuan. Tuhan tidak pernah lupa akan janjinya.

Beberapa hari setelah pulang dari London. Ada sepasang suami istri datang kepada PAP. Suami adalah orang Indonesia keturunan Perancis datang untuk minta maaf atas kesalahan. Ini kesalahan 35 tahun yang lalu. Pada waktu itu dia belum menikah dan belum kerja. Di Semarang kedatangan tamu alm. Bp Yeremia Rim. Dia mengantar seorang ibu yang didoakan pelepasan. Dia mencoba mendekat tapi karena banyak orang jadi sukar. Ada orang muda namanya Petrus. Selesai dengan Bp Yeremia, dia suruh Tuhan untuk kasih duit kepada Petrus tapi tidak dilaksanakan. Pulang dan sampai rumah, Tuhan suruh kasih anak itu (Petrus) uang. Saat dicari tidak ada yang kenal Petrus dari Loyola. Kemudian dia sudah kerja dan menjadi foto model, bintang film kemudian menikah, punya anak. Dua minggu yang lalu PAP cerita. Si suami menjelang tidur terngiang-ngiang ingat 35 tahun yang lalu suruh kasih uang kepada Petrus. Saat tanya sama Tuhan, Tuhan berkata Ya dan Aku belum membatalkan perintah-Ku. Kemudian suami berkata hari ini saya mau beri uang yang sudah saya tahan 35 tahun. Tuhan tidak pernah lupa.

Saat PAP ada doa perang di London. Hidup dan mati dikuasai lidah. Memperkatakan iman harus dengan segenap hati. Perkataan bisa memberkati tetapi juga bisa mengutuki. Ada 18 anggota dimana mereka doyan makan. Ketika mencari steak, ada steak dari amerika. Dijelaskan detail. Ditelp baru bisa jam 20.30. Saat itu masih jam 18.00. Ada pertokoan paling mewah. Anak PAP masuk. Sebagian junior keluar. Walaupun tergolong harga mewah tapi toko tidak sepi. Kemruyuk rame seperti toko menjelang lebaran. Banyak orang bawa tas besar-besar. Anak PAP yang laki-laki iseng pergi ke pakaian pria, dia mencoba melihat 1 stel dari topi sampai sepatu. Total kompit dirupiahkan 200jt. Senyum sambil pelan-pelan ditaruh kemudian pergi menghilang. Saat ketemu PAP, dia berkata Itu barang sorga harga setan. Disuruh supaya perkataannya diganti harga malaikat. PAP jalan sampai kebagian jual sepatu. Iseng-iseng masukin kaki ke sepatu kog masuk. Liat harganya owhh. Karena harganya lepas. Coba lain masuk pas dengan kaki PAP dan saat lirik harganya woww. Coba lain lagi masuk lagi lirik harga lebih mahal lagi. PAP pergi ke toilet. Selesai dari toilet, orang sudah nenteng 3 box sepatu tadi. PAP hanya menggenapi perkataan. Ketika anaknya bertanya, PAP hanya bilang salah siapa berkata harga setan.

Jalan di pertokoan, junior lain pergi. Anak laki-laki PAP jalan sama papinya. Masuk peralatan pria buat cukur. Keluar dari toko gerimis. Seorang keturunan India / Pakistan berhenti dan berkata kepada PAP: kamu punya wajah keberuntungan dan bulan depan adalah bulan keberuntungan. Orang beruntung tidak bisa setiap saat. Kalau wajah kita beruntung tidak setiap saat tapi kadang-kadang. PAP tolak, dia berkata ini wajah bukan beruntung tapi diberkati. Bukan bulan depan tapi mulai sekarang. Akhirnya orang tersebut pergi. Ada perkataan-perkataan yang difikir itu adalah blessing tapi sebenarnya itu adalah kutuk. Kalau bulan dpn beruntung 2 bulan lagi tidak tahu. Kalau beruntung hari ini beruntung besok buntung. Tapi diberkati adalah setiap saat. Ketika masuk toko tas. Teman PAP tanya menurut bapak tas mana yang bagus. PAP menjawab ini yang hitem. PAP pikir temannya mau cari tas. Ketika duduk menunggu, temannya datang dan berkata bapak mau di stempel apa? Ucapan menentukan kutuk atau berkat.

Ada berkat atas hidup kita. Mengapa sering kali buat beberapa orang tidak seperti itu?

Senin kemarin kumpul pendoa JKI IK ±20 kelompok. Minggu ini bersih-bersih (alam roh). Setelah bersih-bersih ada orang cerita. Dahulu ada orang luar negeri datang, saat itu PAP sedang pergi. Dia berdoa ambil tanah angkat. Sejak kita dosa tanah tetap terkutuk. Kita diberi otoritas patahkan doakan jadi Taman Eden. Selama ini tanah jadi milik kita. Tapi belum berarti jadi Eden. Memang sudah di tumen. Doakan dimana titik nol yang pak YC pernah dapatkan yaitu di mimbar. Tidak ada keringat tapi blessing, tidak ada yang sia-sia, mandul, mati, semua berbuah.

Kejadian 3:17-19
Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."


Yang termasuk tanah adalah manusia. Kita debu dan akan kembali menjadi debu. Semua yang Tuhan percayakan kepada kita harus kita balikkan supaya jangan jadi terkutuk termasuk hidup kita. Omongan harga setan bisa jadi perbedaan. Tanah dikutuk orang kerja setengah mati.

Kejadian 5:29
dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: "Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN."


Tuhan belum pernah mencabut kutuk. Tuhan menanggung kutuk yang kita tanggung. Tapi bukan atas tanah. Tanah adalah tanggung jawab kita. Tumpangi tangan diri kita dan katakan: tanah engkau tidak dikutuk tapi diberkati. Ada hal-hal secara hukum sudah diselesaikan Tuhan. Tapi secara tindakan kita harus melangkah. Percaya berkat Tuhan turun atas kita. Beresi hari ini.

Tanah sebelum dikutuk ajaib
Kejadian 2:5-7
belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu-- ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.


Sebelum manusia diciptakan, tanah ini basah bukan karena hujan tapi basah karena dari dalam. Itu keadaan sebelum dikutuk. Kalau hujan maka tanah basah dari pihak luar. Tapi kalau basah dari dalam kemanapun dia pergi, ke gurun pun akan tetap basah. Mengerjakan apapun akan diberkati karena berasal dari dalam. Yesus tinggal di dalam hidup kita. Katakan berkat nyatakan dirimu, berkati isi dompetku. Berkat di dalam bukan diluar. Fisiknya di luar tapi itu muncul di dalam.

Barang siapa haus akan minum, dan akan dari hidupnya akan keluar mata air. Tapi kalau minum dari luar akan haus terus. Berkat bukan dari luar tapi dari dalam. Orang Israel mengganti mata air dengan sumur tadah hujan. Kalau punya mata air sendiri kita yang atur. Blessing dari dalam sumber dari Tuhan.

Yohanes 9:6-7
Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.


Yesus membuat dementrasi penciptaan. Dia mengambil tanah yang sudah diludahi. Semua yang diberkati luar biasa. Ludah menghasilkan kehidupan. Mari bertindak dengan iman.

Tidak ada komentar: