Jumat, 29 Januari 2016

Langkah Menghadapi Proses Tuhan


Mgg, 24 Jan 2016
Bp. Yosep



Sadar tidak sadar, kita merasa letih. Pak Yosef bermimpi. Beliau ketemu sama HT. Dalam mimpi itu dia berkata saya capek sambil meneteskan air mata. Tanpa sadar dia juga mengigau. Dia juga mengucap saya capek. Ketika bangun, dia bingung. Sorenya beliau mengirim pesan ke HT yang dia temui dalam mimpi. HT itu berkata bilang sama Tuhan dan kebaskan semua yang bukan dari Tuhan.

Kadang-kadang secara sadar atau tidak sadar, alam sadar kita berkata capek. Secara lahiriah mungkin kita tampil fresh, tapi alam sadar kita tidak sedikit yang capek. Mungkin karena pekerjaan, pelayanan atau janji Tuhan membuat kita capek. Banyak tertutup ketika bertemu hamba-hamba Tuhan, disuruh deklarasi semangat. Tetapi ketika sendiri barulah rasa capek itu muncul. Jangan biarkan rasa capek itu muncul dalam hidup kita. Periksa hati dan berkata jujur. Kekristenan tidak menjanjikan jalan kita mulus. Kalau jalan kita mulus justru itu bahaya. Dengan adanya tikungan dan penghadang itu menjadikan iman kita murni.
Kadang kita yang membuat patokan sendiri. Ketika hidup kita berkelimpahan, kita berkata hidup kita selalu bersama dengan Tuhan. Kelimpahan tidak salah, tapi ketika belum diberkati kita menyalahkan Tuhan, itu yang tidak baik. Berkat bukan suatu patokan. Berkat hanya akan mengikuti ketika kita benar-benar mengikut Tuhan. Berkat itu akan mengikuti kapasitas kita. Contoh kita minta mobil tapi rumah saja tidak punya. Otomatis itu akan menjadi beban. Kita kesulitan menempatkan mobil, biaya pengeluaran untuk bensin dll. Pasanglah targer sesuai kemampuan iman kita. Ketika Tuhan belum memberi apa yang kita ingini, jangan menyalahkan Tuhan. Kalau ada yang belum beres, segera beresi. Tetapi ketika semua sudah beres tapi belum diberkati maka mensyukuri saja.

Lukas 1:46-56
Bagaimana Maria mendapatkan janji itu? Bukan hal yang mudah sebab dia belum bersuami. Tetapi satu hal yang kita pelajari "sesungguhnya aku hanya hamba, jadilah dapat yang Tuhan mau". Apakah maria berjalan dengan tidak ada masalah atau berjalan mulus? Selalu ada masalah dalam perjalanan maria. Kalau manusia sudah mempersiapkan segala sesuatu. Peralatan, pakaian, nama dll. Tetapi maria akan melahirkan seorang raja, Juru Selamat. Berfikir dia akan mendapatkan fasilitas mewah. Tetapi itu tidak didapati maria dan yusuf. Janji tidak didukung oleh fasilitas yang ada. Maria menjalani jalan yang berliku-liku tapi tetap pegang janji Tuhan. Dia harus berjalan panjang dalam keadaan hamil tua. Ada perjalanan tidak mudah untuk menjalaninya.Pada waktu masuk ke kampung yusuf seharusnya ada sanak famili yang menyambut. Tetapi tidak ada yang mau peduli. Akhirnya dia melahirkan di kandang keledai. Perjalanan yang berat tapi alkitab tidak mencatat maria dan yusuf bersungut-sungut.

Darimana maria bisa menjalani proses yang tidak mudah?
1. Sebab maria beroleh kasih karunia (Lukas 1:26-30)
Kasih karunia adalah modal hidup. Kasih karunia adalah pemberian Allah bukan karena kita baik. Kasih karunia juga berarti kemampuan Allah yang diberikan kepada kita untuk melawati ujian untuk menang. Cara supaya kasih karunia turun dalam hidup kita adalah ingini Tuhan. Kita sering dengar firman tapi seberapa banyak firman itu menyentuh hidup kita? Sudahkah kita mengalami dan mempraktekkan kasih karunia? Kita dimampukan untuk melewati ujian dan keluar sebagai pemenang. Periksa hidup kita apakah kita dalam keadaan capek, jenuh? Jawabannya adalah kasih karunia. Jangan biarkan aku pergi menjauh dari kasih karunia yang Tuhan beri. Ingini Tuhan dalam hidup kita. Karena kasih karunia inilah, maria yang hamil tua bisa melewati proses, perjalanan jauh dll. Dalam proses, dia tidak ngomel. Mereka tidak ngomel karena dasarnya adalah mereka memperoleh kasih karunia. Paulus sudah minta kepada Tuhan supaya mengabut duri dalam daging. Ada kelemahan tapi Tuhan berkata kasih karunia Tuhan cukup. Masalah adalah cara Tuhan membuka pintu kasih karunia. Kalau jalan kita mudah, apakah kita akan mencari Tuhan lebih sungguh lagi? Belum tentu. Jangan biarkan masalah membuat kita capek. Masalah satu belum selesai, masalah sudah datang. Walaupun mulut tidak berucap, tetapi alam bawah sadar kita tidak bisa dibohongi. Kalimat pertama sebelum maria mengandung adalah: "Engkau memperoleh kasih karunia".

2. Jiwaku memuji Tuhan (Ayat 46)
Maria memiliki tekad dan keputusan. Kita sering dapat intimidasi setan tapi kita harus punya tekad untuk percaya kepada Tuhan. Jalan maria akan sangat sulit tetapi maria mempunyai ketetapan hati. Dalam kitab habakuk, walaupun pohon ara tidak berbuah tetapi aku akan tetap bersukaria. Jangan hanyut dengan masalah. Jangan hanyut dengan intimidasi. Christ is enough. Katakan aku tidak akan mundur dengan apa yang aku hadapi. Sekalipun maria sudah terima janji Tuhan, dia belum terima kelimpahan. Janji Tuhan kepada abraham yaitu kelimpahan. Tapi sampai kelahiran Yesus pun dia belum terima fasilitas tapi maria tetap bersukacita. 2016 sekalipun kita dalam keadaan masalah, tetapi untuk anak-anak Tuhan ada tanah gosyen untuk kita berlindung. Untuk terima ketetapan hati caranya baca firman, penyembahan, deklarasi, sangkal diri dll.

3. Sukacita/bergembira (Ayat 47)
Hari-hari ini apapun yang terjadi kita harus tetap sukacita. The joy of the Lord is my strengh. Amsal 4:23 jagalah hatimu dari segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Hati kita harus dijaga. Jangan gampang tersinggung, kemarahan, kepahitan. Amsal 24:10 jika engkau tawar hati maka kecil kekuatanmu untuk menghadapi semua masalah. Sukacita dalam Tuhan adalah kekuatan kita. Ini waktunya kita untuk praktek.

4. Kerendahan hati (Ayat 48-56)
Password untuk kita terima janji Tuhan ada unity dan hineni. Maria dan yusuf, tetap bersatu dalam suka dan duka. Orang yang lapar artinya orang yang mengingini Tuhan. amsal 22:4. ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kelimpahan. Belajar untuk kita terus rendah hati.Kita harus mengerti panggilan dan destiny kita.Ayat lukas 1:48-49. Kita harus punya bayangan dan dimensi kita diberkati. Olehnya kita memposisikan hidup kita. Bersikaplah kerja keras jangan malas-malasan. Maz 119:162. Kita harus percaya janji Tuhan seperti orang yang mendapat jarahan. Kita harus percaya hidup kita diberkati. Respon kita seperti orang mendapat jarahan sekalipun itu belum menjadi nyata. Maria tetap rendah hati ketika banyak orang yang menolak dia.

Secara sadar tidak sadar, kita mengharapkan fasilitas. Aku sudah begini tapi kog tidak terima janji Tuhan. Sebenarnya itu yang membuat kita capek dan tidak terima kasih karunia. Sekalipun apa yang kita alami hari-hari ini, ngucap syukurlah. Jangan banyak menuntut baik kepada Tuhan dan sesama. Koreksi hidup kita, apakah kita sudah seturut yang Tuhan mau? Minta supaya Roh Kudus membuka perkara-perkara dalam hidup kita. Entah itu kepahitan, kekecewaan. Mungkin akan ketawarkatian. Tidak mau baca alkitab, doa mungkin nyaris tidak mau ikut Tuhan lagi. Alam bawah sadar kita menumpuk banyak kekecewaan yang tanpa kita sadari. Mungkin kita putus asa, sudah tidak ada Tuhan Tuhan an. Ambil langkah untuk mengakuinya sama Tuhan. Jangan sampai kita mati secara rohani. Semua sampah-sampah dalam hidup kita, harus kita buang. Minta belas kasihan Tuhan.

Tidak ada komentar: