Selasa, 20 Agustus 2013

Ujian - Jubah

Ujian 1
" Setelah dilihat oleh saudara2nya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah."
Kejadian 37:4

Yang pertama adalah ujian praktek, bagaimana kita bertindak itu menunjukan siapa diri kita sebenarnya, cukup layakah kita menerima jatah itu? disaat menghadapi masalah bagaiman kita akan bertindak? Apakah kita akan terbawa suasana atau menyelesaikan dengan tenang?

Ini adalah kelebihan yang yusuf miliki. Dia memiliki ketenangan yang sangat luar biasa, disaat sekelilingnya mulai mengejek dia. Yusuf memilih untuk tetap mengasihi. Bahkan Yusuf tidak pernah memasukan masalah itu dalam hatinya. Kita harus belajar untuk memiliki penguasaan diri seperti Yusuf, pada keadaan apapun miliki kendali penuh pada pikiran, emosi dan tindakan kita.

Karena seberapa tingkat penguasaan diri kita itu sangat memperngaruhi perkenan Tuhan dalam hidup kita Jaga hati kita untuk tetap bersih untuk apapun yang terjadi. Jangan pernah biarkan api kemarahan itu sedikitpun memasuki hati kita. Bersikaplah menjadi seorang yang tetap tenang dalam menghadapi apapaun. jangan biarkan lingkungan menguasai kita, tapi biarkan kita yang menguasai lingkungan sekitar kita dengan atmosfer yang dari Tuhan, Jangan menjadi seorang yang mudah dipengaruhi orang lain, tapi miliki dasar-dasar yang dari Tuhan sehingga kita tetap teguh percaya bahkan bisa mempengaruhi orang lain dan membawa kepada keselamatan.

"Pada satu kali bermimpilah yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara2nya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya."
Kejadian 37:5
Jika kita mempunyai jubah ini maka Tuhan akan menaruh banyak mimpi-Nya yang besar dan ajaib dalam hidup kita.tetapi saat itu kita dhadapkan pada 2 pilihan

Yaitu kita tetap percaya kepada Tuhan meskipun banyak yang akan merendahkan dan tidak percaya kepada kita, atau kita memilih untuk melupakannya dan membunuh mimpi yang Tuhan sudah berikan. Ini merupakan ujian cara pandang kita. Bagaimana kita melihat dari suisi pandang Tuhan.kita harus hadapkan kepada Tuhan apapun mimpi yang Tuhan taruh dalam hidup kita. Kembalikan semua itu kepada Tuhan dan biar Tuhan yang mengatur hidup kita.

Ujian 2
"setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara2nya,maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu?masakan aku dan ibumu serta saudara2mu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?" Kejadian 37:10

Ini adalah ujian iman, Bagi orang-orang yang Tuhan anggap spesial maka Tuhan punya rencana khusus yang luar biasa juga. Tetapi ada kalanya mimpi itu terlalu besar bagi sebuah pemikiran manusia. Namun satu hal yang pasti, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dan ditahap ujian ini iman kita akan diuji sampai seberapa kita percaya bahwa Tuhan sudah menanamkan sebuah mimpi Illahi dalam diri kita masing-masing. Meskipun orang-orang terdekat kita berkata tidak mungkin, kita harus tetap percaya pada Tuhan. Kita harus mempunyai sikap seperti Israel yang menyimpan semua mimpi dalam hatinya. Jangan pernah biarkan mimpi kita mati karena omongan orang lain, miliki pendirian teguh yang dari Tuhan.Yakin pada apapun yang Tuhan sudah taruh dalam hiduip kita. Jangan biarkan suara manusia justru menurunkan iman kita dan pada akhirnya membunuh rencana Tuhan yang begitu ajaib.

Disaat banyak orang mulai berbicara, hadapkan semua itu kepada Tuhan dan belajar untuk menyaring, apa yang perlu di dengar dan apa yang tidak perlu di dengar.

Ujian 3
"Pada suatu kali pergilah saudara2nya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Shikem. Lalu Israel berkata kepada Yusuf :"bukankah saudara2mu menggembalakan kambing domba dekat Shikem?marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf: "Ya bapa." kata Israel kepadanya: "pergilah engkau apakah baik keadaan saudara2mu dan keadaan kambing domba ; dan bawalah kabar ttg itu kepadaku." Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron,dan Yusufpun sampailah ke Shikem.Ketika Yusuf berjalan kesana kemari di padang,bertemulah ia dengan seorang laki2,yg bertanya kepadanya : "Apakah yg kau cari?" sahutnya " Aku mencari saudara2ku.Tolong katakan kepadaku dimana mereka menggembalakan kambing domba?' lalu kata org itu:" Mereka telah berangkat dari sini sebab telah kudengar mereka berkata: "Marilah kita pergi ke Dotan", maka Yusuf menyusul saudara2nya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan" Kejadian 37:12-17

Pada  suatu hari saat saudara-saudara Yusuf pergi, Yusuf tinggal di rumah dan Israel menyuruh Yusuf untuk pergi dan memastikan apakah kakak-kakaknya baik-baik saja atau tidak.pada saat itu saudara-saudara Yusuf sudah sangat membenci dia dan saya yakin saudara-saudara Yusuf sudah berkali-kali menyakiti hati yusuf. Tapi inilah ujian yang ketiga. Kita harus melakukan sesuatu yang kita tidak suka. Namun otoritas memerintahkan kita untuk melakukan hal itu. Kita belajar dari Yusuf tanpa komentar ia langsung berangkat dan pergi mencari saudara-saudaranya. Tapi sesampainya di Shikem Yusuf tidak menemukannya. Yusuf bisa saja kembali dan berkata kepada bapaknya bahwa saudaranya telah menghilang, tapi yang dilakukan Yusuf adalah dia mencari kesana dan kesini. Itu menandakan bahwa Yusuf melakukan dengan hati, karena dia melakukan lebih dari apa yang diperintahkan. Bahkan saat seorang mengatakan bahwa saudaranya berada di Dotan, Yusufpun menghampiri saudara-saudaranya.Yusuf melakukan bukan hanya sekedarnya tapi Yusuf melakukan dari hatinya. Dia tunduk dan menghormati bapaknya. Bahkan untuk melakukan hak yang mungkin menyakitkan untuk dirinya Yusuf tetap melakukannya.


Ujian 4
"Kata mereka seorang kepada yg lain: "Lihat,tukang mimpi kita itu datang! sekarang,marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!" Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: "Janganlah kita bunuh dia!" Lagi kata Ruben kepada mereka: " Jangan tumpahkan darah,lemparkanlah dia kedalam sumur yg ada dipadang gurun ini,tetapi janganlah apa-apakan dia." - maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya. Baru saja Yusuf sampai kepada saudara2nya, mereka menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yg dipakainya itu. Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia kedalam sumur. Sumur itu kosong dan tidak berair. Kemudian duduklah mereka untuk makan.Ketika mereka mengangkat muka,kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yg membawa damar,balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang2 itu ke Mesir.Lalu kata Yehuda kepada saudara2nya itu: "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? marilah kita jual kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa2kan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara2nya mendengarkan perkataannya itu. Ketika ada saudagar2 Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. lalu Yusuf dibawa mereka ke mesir. Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakannyalah bajunya, kemudian ia kembali kepada saudara2nya, katanya ;"Anak itu tidak ada lagi, kemanakah aku ini?" Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf,dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya. Jubah maha indah itu mereka suruh antarkan kepada ayah mereka, dengan pesan :" Ini kami dapati. Silakanlah bapa periksa apakah jubah ini milik anak bapa atau tidak?". ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: " ini jubah anakku; binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam." Dan Yakubmengoyakkan jubahnya, lalu mengenakan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari2 lamanya karena anaknya itu. Sekalian anaknya laki2 dan perempuan berusaha menghibur dia, serta katanya: " Tidak! aku akan berkabung sampai aku turun mendapati ankku, kedalam dunia org mati!" demikian Yusuf ditangisi oleh ayahnya. Adapun Yusuf ia dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja" Kejadian 37:19-36

Pada saat itulah ujian yang cukup berat dimulai, sepertinya iblis mulai menghancurkan mimpi yang sudah Tuhan tanamkan di dalam hidup kita. Bisa melalui keadaan lingkungan yang tidak mendukung dan masih banyak lagi. Iblis coba untuk menghabisi mimpi kita sampai benar-benar habis dan tidak ada harapan lagi, bahkan jubah Yusuf yang merupakan sesuatu yang menjadi kebanggannya dia harus dikoyakan. Itu mengajari kita bahwa ada  saat dimana segala sesuatu yang menjadi titik kuat kita, segala sesuartu yang menjadi kebanggaan kita, itu bisa merupakan uang atau bakat yang kita miliki, itu harus dikoyakan. Kita harus belajar menyerahkan semua kepada Tuhan. Tuhan terpaksa mengijinkan hal ini untuk mengajarkan kita arti kerendahan hati, dan menunjukan bahwa semua itu hanya dari Tuhan bukan dari kekuatan manusia kita. Apapun yang terjadi tetap percaya kepada Tuhan, bahwa Tuhan memiliki rencana yang begitu ajaib bagi kita semua. Disini sikap hati Yusuf kembali diuji, secara manusia hal ini cukup sulit, karena Yusuf datang dengan maksud yang baik. Tapi yang dia terima adalah dibuang ke dalam sumur. Kita harus belajar memiliki hati yang besar, yang bisa menerima dan bisa mengampuni.

"Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir, dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yg telah membawa dia ke situ. Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi ornag yg selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia dirumah tuannnya,orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai Tuhan dan bahwa Tuhan membuat berhasil segala sesuatu yg dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani diia; kepada Yusuf diberikan kuasa atas rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, Tuhan membekati rumah orang mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat Tuhan ada atas segala miliknya, baik yg dirumah maupun yg diladang. Segala miliknya diserahkan kepada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah mengatur apapun selain dri makanannya sendiri, Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya" Kejadian 39:1-6

Setelah jubah yang secara daging sudah habis dikoyakan dan Yusuf dijual ke Mesir barulah jubah perkenanan itu benar-benar berfungsi. Kita lihat berapa berharganya jubah perkenanan ini. Semua kehancuran telah diubah Tuhan menjadi sebuah kemenangan besar yang sangat ajaib.

Koyakkan semua jubah kedagingan kita, segala kebanggaan kita, segala kesombongan kita, semua harus kita koyakan, barulah jubah perkenanan ini bisa benar-benar turun dan berfungsi. Tetap setia dan percaya pada Tuhan adalah salah satu kunci untuk mengaktifkan jubah perkenanan Tuhan.

Ujian 5
"Selang beberapa waktu istri tuannya memandang Yyusuf demngan birahi,lalu katanya; " Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada istri tuannya itu: " Dengan bantuanku tuanku tidak lagi mengatur apa yg ada dirumah ini,dan ia telah menyerahkan segala miliknbya pada kekuasaanku, bahkan dirumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, adn tidak ada yg tidak diserahkannya kepadaku selain daripada engkau, sebab engkau istrinya, Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yg besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" Walaupun dari hari kehari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur disisinya dan bersetubuh dengan dia. Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada dirumah.lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata "Marilah tidur dengan aku" Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangan perempuan itu dan lari keluar. Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari keluar, dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada meraka: "Lihat, dibawanbya kemari seorang ibrani,supaya orang ini dapat mempermainkan kita. orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak2 dengan suara keras,dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras2nya,ditinggalkanyalah bajunya kepadaku,lalu ia lari keluar." Juga ditaruhnya baju Yusuf itu disisinya , sampai tuan rumah pulang. Perkataan itu jugalah yg diceritakannya kepada Potifar, katanya :"Hamba orang Ibrani yg kau bawa kemari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku.tetapi ketika aku berteriak sekeras2nya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari keluar." Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yg diceritakan istrinya kepadanya : begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya. lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukan kedalam penjara,tempat tahanan raja2 dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan disana.Tetapi Tuhan menyertai yusuf dan melimpahkan kasih setiaNya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara penjara itu. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yg harus dilakukan disitu, dialah yg mengurusnya. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yg dipercayakannya kepada Yusuf,karena Tuhan menyertai dia dan apa yg dikerjakannya dibuat Tuhan berhasil" Kejadian 39:7-22

Ada saatnya dimana Tuhan meninggalkan kita.namun itu sebenarnya adalah ujian kerendahan hati bagi kita. Bisakah kita tetap rendah hati saat Tuhan mengagkat kita naik? Seberapa tingginya Yusuf diangkat, Yusuf tetap memposisikan dirinya sebagai seorang hamba.dan matanya tidak terfokus kepada kenikmatan yg ditawarkan, sebaliknya Yusuf mengabdikan dirinya dengan sangat dan tidak menyentuh apa yang bukan jadi bagiannya. Ini hal yg harus kita pelajari, saat Tuhan sudah memberikan jubah perkenanan itu jangan sampai hati kita berubah setia, tetap rendah hati dan tetap yang menjadi fokus utama adalah Dia.

Yusuf menghormati Tuhan dengan sepenuh hati. Dia tidak bersikap baiak pada saat ada banyak org yg melihat. bahkan disaat tidak ada manusia yg melihatpun Yusuf tetap setia kepada Tuhan. Kita juga harus memiliki sifat ini, jangan hanya baik jika dilihat orang, tetapi justru ketika tidak ada orang yang melihat, Tuhan sendiri yang melihat apa yang sedang kita lakukan. Dan ternyata ujian belum selesei, seolah-olah semua kebaikannya sia-sia. Namun Yusuf tetap setia dan tidak menggerutu kepada Tuhan.

"Tetapi Tuhan menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setiaNya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara penjara itu. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yg harus dilakukan disitu, dialah yg mengurusnya. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yg dipercayakannya kepada Yusuf,karena Tuhan menyertai dia dan apa yg dikerjakannya dibuat Tuhan berhasil" Kejadian 39:21-23

Sekali lagi jubah Yusuf membawa perkenanan Tuhan dan manusia. Inilah kekuatan dari jubah Yusuf, jubah ini membuat yang mempunyainya dikasihi Tuhan dan manusia, dan bahkan bisa memberikan pengaruh bagi sekitarnya. Bayangkan seorang tahanan dipercaya oleh kepala tahanan, tanpa campur tangan Tuhan ini merupakan sesuatu yg sangat mustahil

" Ketika pada waktiu pagi Yusuf datang kepada mereka segera dilihatnya, bahwa mereka bersusah hati. lalu ia bertanya kepada pegawai2 istana Firaun yg ditahan bersama2 dg dia dalam rumah tuannya itu :" Mengapakah hari ini mukamu semuram itu?" jawab mereka kepadanya :" kami bermimpi<tetapi tidak ada orang yg dapat mengartikannya" Lalu kata Yusuf kepada mereka : ' Bukankah Tuhan Allah yg menerangkan arti mimpi? ceritakanlah kiranya mimpi itu kepadaku." kemudian juru minuman itu menceritakan mimoinya kepada Yusuf, katanya : " dalam mimpiku itu nampak ada pohon anggur didepanku. Pohon anggur itu ada tiga carangnya dan baru saja pohon itu bertunas, bunganya sudah keluar dan tandan2nya penuh dg buah anggur yg ramun,dan ditangabnku ada piala Firaun. Buah anggur itu kuambil, lalu kuperas kedalam piala Firaun." kata Yusuf kepadanya: " Beginilah arti mimpi itu: ketiga carang itu artinya 3 hari; dalam tiga hari ini Firaun akan meninggikan engkau dan mengembalikan engkau ke dalam pangkatmu yg dahulu dan engkau akan menyampaikan piala ke tangan Firaun seperti dahulu kala, ketika jadi juru minumannya.Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmy telah baik nanti, tunjukanlah terimakasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini.sebab aku dicuri diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan disinipun aku tidak pernah melakukan apa2 yg menyebabkan aku layak dimasukan ke dalam liang tutupan ini." Setelah dilihat oleh kepala juru roti, betapa baik arti mimpi itu, berkatalah ia kepadanya; "Akupun bermimpi juga. Tampak aku menjunjung 3 bakul berisi panganan. Daklam bakul atas ada berbagai2 makanan untuk Firaun, buatan juru roti, tetapi burung2 memakannya dari dalam bakul yg ada di atas kepalaku." Yusuf menjawab: " Beginilah arti mimpi itu: Ketiga bakul itu artinya tiga hari,dalam tiga hari ini Firaun akan meninggikan engkau, tinggi ke atas dan menggantung engkau pada sebuah tiang, dan burung2 akan memakan dagingmu dan tubuhmy.' Dan terjadilah pada hari ketiga, hari kelahiran Firaun mengadakan perjamuan untuk semua pegawainya.Ia meninggikan kepala juru minuman dan kepala juru roti itu di tengah2 para pegawainya: kepala juru minuman itu dikembalikannya kedalam jabatannya sehingga ia menyampaikan pula piala ketangan Firaun; tetapi kepala juru roti itu digantungnya.seperti yg ditakbirkan Yusuf kepada mereka. tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu,melainkan diluppakannya." Kejadian 40:6-23

Yusuf mempunya sikap yang peduli dan memperhatikan dengan orang-orang disekelilingnya. dan bahkan berani untuk bersaksi dan menceritakan apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidupnya. Dan hanya jika kita tetap percaya dan setia sampai akhir rencana Tuhan bisa tergenapi dan jadi dalam hidup kita.

Tidak ada komentar: