Kamis, 29 Agustus 2013

Penghimpit Firman

Mgg, 25 Agt 2013
Ps. Robert lie - Palembang

Markus 4:19
lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Banyak orang yang sudah dapat pernyataan Tuhan bahkan ada yang mendapat pengelihatan. Orang bernubuatkan kepada kita tetapi mengapa sesuatu yang besar tidak terjadi? Ini tahun keemasan tetapi kenapa tidak terjadi? Ini masa perkenanan tapi kenapa tidak ada sesuatu yang terjadi dalam hidup kita?

Tuhan tidak pernah membatalkan janji-Nya kepada kita. Mengapa setiap mimpi tidak jadi nyata? Mengapa setiap firman tidak menjadi daging? Karena ada sesuatu yang menghimpit iman pengharapan itu. Jangan pernah bilang bahwa Tuhan ingkar janji. Tuhan itu setia. Bahkan Tuhan berkata kepada Abraham: " Aku bersumpah kepada diri-Ku sendiri." Dia tidak pernah ingkar janji.

Ada 3 faktor penghimpit firman:
1. Kekuatiran Dunia

Kekuatiran dunia adalah himpitan yang membuat harapan mati. Setiap orang punya masalah sendiri-sendiri. Ada yang intensitasnya berat dan ringan. Allah akan mencukupi kebutuhan kita menurut kekayaan dalam Kristus Yesus. Sering ketika doa impartasi berkata amin dengan mantap kencang tetapi saat keluar ruangan kekuatiran itu muncul kembali. Kekuatiran ini menghimpit firman sehingga membatalkan janji Tuhan. Bukan Tuhan yang membatalkan firman-Nya melainkan kekuatiran yang mengagalkannya. Salomo dalam kemegahannya dia tidak bisa menyaingi keindahan yang Tuhan beri untuk bunga bakung. Tuhan tidak akan pernah mempermalukan kita. Melalui setiap kejadian pahit Tuhan sedang buang kekuatiran kita. Kalau engkau berani meletakkan kekuatiran maka firman itu akan masuk dan jadi nyata. Seberapa besar kekuatiran kita. Kekuatiran tidak menambah sukacita kita. Seharusnya firman menghasilkan buah dan bukan kekuatiran. Segala sesuatu yang belum kita capai jangan sampai kekuatiran itu ada. Katakan kepada jiwa kita, engkau tidak boleh kuatir.

2. Tipu Daya Kekayaan

Boleh tidak kita kaya? Kaya boleh tetapi jangan sampai lupa Tuhan. Ketika kita menginginkan kekayaan lebih maka kita bisa berlaku curang. Ketika emosi itu ada justru tidak menjadikan kaya melainkan kita akan mati. Firman itu dihimpit akhirnya mati. Banyak orang karena nafsu uang berkata: "buat apa cari duit, anak gadis kita dibuat cantik trus suruh nikah dengan orang kaya."
Pernikahan hal khusus:
* Takut akan Tuhan
* Karakter Kristus
* Kerja keras

Tuhan sudah tidak suka akan motivasi kita yang menjual diri. Yang lebih parah kalau menikah dengan orang yang beda iman. Ada minimal 2 dasar alkitab Tuhan ingin kita kaya. Tuhan datang memberi hidup dan hidup dalam kelimpahan. Dia yang kaya rela jadi miskin seperti kita jadi kaya.

Kelimpahan artinya kita cukup bahkan bisa meluap ke yang lain. Kalau orang punya banyak uang tetapi hanya untuk dirinya sendiri, maka dia dikatakan tidak bisa kaya karena tidak mau berbagi yang lain. Setiap kekayaan yang Tuhan percayakan, ini semua hanya test. Semua uang yang ada dalam dirimu suatu hari akan datang dimana semuanya harus dipertanggung jawabkan (perumpamaan talenta). Kedewasaan rohani juga menyangkut bagaimana kita mengelola apa yang ada dalam diri kita.
Hal dalam kekayaan:
1. Investasi dan akan dituntut sesuai apa yang kita dipercayakan. Puji Tuhan kalau kita kaya, tetapi sadar kalau hanya pakai untuk pribadi kita Tuhan tidak suka. Yang butuh pertolongan Tuhan, percaya pertolongan Tuhan datang.
2. Dari investasi jadi ahli waris. Ketika kita bisa dipercaya Tuhan berkata: "engkau lulus test dan berhak menjadi ahli waris. Jangan sampai tipu daya kekayaan menghimpit kita jadi mati. Selama kita masih hidup, kita akan ditest terus. Ketika kita lulus maka kita akan diberkati luar biasa.

Dalam kisah Yesus memberi makan 5000 orang, mengapa yang sisa harus 12 bakul. Seharusnya itu milik anak kecil. Lima roti dan dua ikan memberi makan 5000 orang laki-laki belum perempuan dan anak. Lebih banyak orang lain yang butuh. Kasih 90% dan hidup dari 10% memang berat. Alkitab berkata dari 5 roti dan 2 ikan sisa 12 bakul. Satu tahun ada 12 bulan. Dalam waktu 1 tahun ketika kita rela memberi 90% dari penghasilan kita, maka 12 bulan kedepan ada dalam jaminan Tuhan.

Jangan sampai kekayaan menghimpit hidup kita. Lepaskan keterikatan kita terhadap mamon, caranya dengan memberi/menabur. Tuhan tidak pernah lalai mengenapi janji-Nya asal kita lepas dari "kekayaan". Tuhan tahu kapan Dia harus memberkati kita. Kalau Tuhan memberi saat ini saat posisi kita masih egois, Tuhan takut kalau kita sombong dan jatuh. Tetapi ketika kita sudah tidak terikat oleh kekayaan Tuhan akan tambahkan kekayaan itu. Apakah kekayaan dunia menghimpit kita sehingga iman itu mati?

3. Keinginan Lain
Galatia 5:19
Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Salah satu dari keinginan lain adalah nafsu seks. Nafsu seks awalnya dari Tuhan, tapi iblis menghancurkan. Hubungan seks kita karena cinta atau nafsu? Hubungan seks karena cinta terjadi ketika orang yang hidup dan berfikir dalam roh. Sedangkan hubungan seks nafsu terjadi kalau berfikir dengan kedagingan dan memakai otak. Tujuan pernikahan bukan sekedar seks. Kalau kita bisa melepaskan hubungan seks negatif, kita akan melihat Tuhan. Kalau kita tidak hidup kudus maka kita jauh dari Tuhan.

Ada yang lebih indah daripada itu, yaitu hadirat Tuhan. Tinggal dalam hadirat Tuhan akan mengalami kepuasan. Ada banyak orang kristen yang ingin dipuaskan Tuhan tetapi tidak mau bayar harga.

Mazmur 24, Kejadian 1:26, 2 Tawarikh 5:12-15

Tuhan itu kudus, kita juga pasti bisa kudus. Kita pasti bisa diatas level manusia bukan dibawah. Tuhan bisa buat mujizat, kita juga bisa buat mujizat. Hendaklah kita sempurna karena Bapa kita sempurna. Tuhan sudah memberi kemampuan (Roma 12:1-2). Tuhan tidak mau rata-rata melainkan diatas rata-rata. Tuhan punya rencana besar atas hidup kita. Mau tidak kita lepaskan keinginan-keinginan daging kita.

Apa yang harus kita lakukan agar setiap firman tidak terhimpit? Apa yang harus kita lakukan agar setiap firman menghasilkan buah?
• Remember where do you come from/ingat dari mana kita diambil
• Repair/bertobat
• Remove/hapus

Tidak ada komentar: