Sabtu, 27 Juli 2013

Spirit Yohanes dan Herodes

Minggu, 21 Juli 2013
Pdt. Petrus Hadi Santoso

Markus 6:17-20

Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.

Kingdom explosion adalah suatu ledakan yang tidak terduga. Imam besar yang resmi bangsa Israel adalah hanas kayafas. Tapi dia tidak melakukan fungsinya yaitu menjadi perantara manusia dengan Tuhan. Selain itu dia melakukan hal-hal tercela. Bait Allah sampai digunakan untuk berjualan, tempat jual beli dan penukaran uang. Tuhan sampai menjungkir balikkan meja penukar uang. Setiap bangsa Israel mau mempersembahkan korban berupa domba, mereka berkata bahwa domba yang dibawanya cacat, mereka harus membelinya dari imam Hanas Kayafas dengan harga yang mahal. Mereka imam besar tetapi hanya untuk uang bukan jiwa. Tuhan sebenarnya menunggu supaya Hanas Kayafas bertobat tetapi kenyataannya tidak ada perubahan.

Lahir seorang bernama Yohanes Pembaptis. Sepertinya tidak terjadi apa-apa dalam diri Yohanes Pembaptis. Sekian lama dipadang gurun makanan madu dan belalang. Rasul Paulus 14 tahun di arab sepertinya tidak berfungsinya. Hidup kita seperti lari maraton. Semua kuat ketika hampir sampai garis akhir. Tetapi kelemahan menyebabkan tidak selesai. Olehnya Tuhan mau buat Yohanes Pembaptis maupun Rasul Paulus kuat dulu. Paulus di tanah Arab dicuci otaknya dan hanya dalam waktu 3 tahun dia bisa menjungkir balikkan dunia, semua ini karena dia kuat.

Yohanes Pembaptis tidak dididik Tuhan di bait suci tetapi padang gurun. Tempat yang tidak enak. Begitulah cara Tuhan mendidik anak-anak-Nya. Sampai akhirnya terjadi ledakan yang ajaib. Kingdom explosion muncul. Dengan berani Yohanes Pembaptis berseru untuk orang-orang bertobat. Ada waktu Tuhan bekerja sendiri mempersiapkan karakter umatnya. Mempersiapkan imam yang tidak mata duitan. Tetapi begitu muncul maka tanah yang lembah yang berlubang ditimbun. Itulah pelayanan kasih. Meluruskan jalan lekak lekuk. Berani perlayanan tanpa memikirkan nyawa walaupun diujung hidup Yohanes pembaptis, dia tidak finish strong. Ketika Yesus ada, orang-orang beranggapan bahwa Dia adalah Yohanes Pembaptis karena urapannya ada.

Yohanes Pembaptis berani mengambil resiko. Herodes seorang raja berambil istri saudaranya. Ditegur oleh Yohanes Pembaptis: "tidak halal mengambil istri saudaramu!" Herodias harusnya dia berterima kasih tetapi dia justru dendam karena herodias mata duitan. Dengan berani dia menegor seorang raja, dia berani mengambil resiko apapun.

Kalau Tuhan janjikan kingdom explosion bukan berarti tidak ada masalah tetapi percayalah akan ada ledakan dalam kehidupan kita. We walk by faith not by mind.

Banyak gereja sibuk dengan progamnya. Tuhan menawarkan kepada keluarga bahtera pergi ke bangsa-bangsa untuk mempersiapkan karpet merah.

Teman-teman JKI sepakat ada kelompok yang duduk nyembah, ada pembisnis muda nyembah. Mereka semua sedang minta hati Tuhan. Walaupun tidak ada uang yang penting minta hati Tuhan. Bahkan ada oma-oma 60 th mau doa bangsa-bangsa. Ketika Pak Hadi hendak pulang, beliau melihat anak-anak kecil sedang doa bangsa-bangsa. Iman mereka berkata aku mau pergi.

Gereja sedang sibuk seperti Hanas Kayafas hanya memikirkan dirinya sendiri. Tetapi Tuhan tawarkan kepada kita untuk mempersiapkan karpet merah. Sering kita memuji Tuhan saja tidak mau, kalau kita tidak mau Tuhan pakai anak kecil, kalau anak kecil tidak mau maka Tuhan akan memakai batu untuk memuji Dia. Sering kita berkata: "coba kalau tidak ada aku, mana bisa." Kesombongan membuat kita jatuh.

Ada 200 orang yang akan ke bangsa-bangsa. Kalau hati kita benar maka tidak ada yang mustahil bagi Tuhan untuk menyediakan dana dan segalanya. Tetapi kalau hati kita berkata: "mumpung ke luar negeri." Sesungguhnya hati kita belum lurus. Tahun ini harus ke bangsa-bangsa tetapi hati kita harus benar. Mulailah belajar maping, doa perang dll. Orang yang memikirkan pekerjaan Tuhan. Tuhan pasti memikirkan pekerjaan kita. Tuhan tidak pernah berhutang.

Ada 2 tokoh besar yang saling bertolak bekalang. Yohanes pembaptis rela mengorbankan apapun termasuk uang dan nyawa. Tetapi ada satu tokoh lagi yaitu herodes. Spirit herodes harus diperangi. Spirit menentang Tuhan, kekecewaan, dendam, melawan pergerakan Tuhan, membelenggu. Spirit herodes ini bisa muncul melalui suami, istri, anak, menantu, mertua, tetangga dll. Ngapain ke gunung? Di puncak gunung adalah tempat Tuhan suka. Secara manusia capek. Tetapi kesehatan kita tambah sehat dan yang lebih hebat roh kita next level. Jangan kaget ada roh herodes capek. Ada orang berkata: "Buat apa ke bangsa". Herodes artinya son of hero anak pahlawan. Yohanes Pembaptis pahlawan kebenaran. Herodes, pahlawan kejahatan.

Mungkin kita berkata herodes tidak suka firman. Tetapi ayat 20 menjelaskan betapa Herodes suka akan firman. Tapi hatinya terus terombang-ambingkan oleh bujukan. Itu gambaran orang kristen yang tidak kuat. Tergantung sikap kita, meninggalkan jahat apa meneruskan kejahatan kita. Herodes suka dengar kotbah tetapi dia tidak pernah tegas dalam mengambil keputusan. Dia tidak kuat karena kualitas imannya goncang.

Kita seperti domba-domba. Ada domba yang dipersembahkan. Tetapi ada yang mati dirampok. Diakhir jaman orang yang benar akan semakin benar dan benar. Orang cemar akan semakin cemar.

Kita mau menjadi domba mati yang dipersembahkan dan menyukakan hati Tuhan atau mati tertabrak. Ada orang yang tidak mati sampai kedatangan Tuhan ke2 kali. Kalau kita jaga kekudusan, hindari setiap kecemaran, dalam anugerah Tuhan kita akan diubah menjadi tubuh baru. Atau kita akan masuk dalam pengangkatan orang-orang kudus. Semua hanya kehendak Tuhan yang terjadi.

Herodes Agung yang membunuh bayi-bali laki-laki di Betlehem.
Herudes Antipas aktifas yang merebut Herodias dan yang membunuh Yohanes Pembaptis.
Herodes Agripa I yang membunuh Rasul Yakobus dll
Ketiga-tiganya mati mengenaskan. Ketiganya mempunyai penyakit yang sama. Gatal, nyeri di usus, tumor kaki, gangreng kemaluan dll. Kalau hidup kita seperti Herodes yang mempengaruhi jahat, kehidupan kita kelak tidak jauh daripada Herodes.

Jangan pernah memilih jadi lemah. Pilihkal untuk menjadi kuat. Herodes tidak tegas dapat bujuk istri simpanannya. Hati yang terombang ambing tidak mendapat apa-apa.

Spirit Herodes yang mematikan, menghambat pergerakan Tuhan harus disingkirkan. Ambil keputusan untuk jadi kuat.

Prinsip karpet merah adalah mensteril. Presiden hendak kunjung ke suatu tempat saja, orang-orang berjerih payah membersihkan/mensterilkan semuanya apalagi Yesus, Raja diatas segala raja. Dia kirim Yohanes Pembaptis untuk meluruskan jalan yang belum lurus. Kalau kita memilih membersihkan maka kita memilih punya spirit Yohanes Pembaptis. Yang mau ke bangsa-buang mulai buang spirit Herodes dan terima spirit Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalam bagi Tuhan. Biar Tuhan yang semakin besar dan kita semakin kecil

Tidak ada komentar: