Sabtu, 14 Februari 2015

Allah Turut Bekerja

Sun, Feb 1, 2015
Pdt. Petrus Hadi Santoso


Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.


Anat ini adalah jaminan untuk kita bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Segala sesuatunya adalah tidak baik. Karena kalau baik tidak perlu membawa kebaikan. Bisnis bisa keliru, usaha bisa keliru. Segala sesuatu bisa tidak baik. Segala sesuatu yang tidak baik itu bisa menjadi baik. Kutuk bisa menjadi berkat. Bagaimana kita bisa merasakan semua yang tidak baik menjadi baik.
Bagaimana caranya Allah turut bekerja? Kalau kita datang ke lelayu dan kita tuliskan turut belasungkawa, orang yang didiberi ucapan mengasihi orang meninggal. Tapi kita turut berdukacita kepada keluarga yang ditinggalkan. Kalau Allah turut bekerja maka pekerjaan yang benar adalah dari hidup kita. Siapa yang Tuhan turut bekerja? Pertama adalah mengasihi Tuhan. Kedua adalah terpanggil sesuai rencana Allah.
Masalah utama dalam hidup kita adalah siapa yang memanggil kita. Dalam bisnis atau pelayanan itu panggilan Tuhan atau panggilan kita. Dalam segala situasi kita selalu libatkan Tuhan, tanya Tuhan apa bisnis kita dan pelayanan kita. Kalau kita melangkah sesuai panggilan kita sendiri, ketika kita jatuh maka jangan salahkan Tuhan. Jangan suka ngomel. Semua itu maunya Tuhan atau maunya kita sendiri. Kalau kita melakukan segala sesuatu karena panggilan Tuhan maka kita akan melihat tanda-tanda yang berbeda. Kalau bukan kehendak Tuhan maka jangan lakukan. Dalam segala situasi jangan menggerutu dan berkata mana Tuhan, mana janji-Nya. Harusnya kita berlutut dan minta ampun. Harus terpanggil sesuai rencana Allah. Apakah kita tidak boleh punya rencana? Punya rencana itu boleh tapi harus diperhadapkan ke Tuhan.

Pada abad ke-7 kerajaan Sriwijaya berupaya menyatukan Nusantara. Tapi setelah 70 tahun pecah. Pada abad ke-14 kerajaan Sriwijaya berupaya menyatukan Nusantara. Tapi setelah 70 tahun pecah. Sekarang adalah abad ke-21 yaitu tahun 1945 Indonesia merdeka. Dan 70 tahun dari Indonesia merdeka adalah tahun 2015. Iblis berencana untuk memecah Indonesia. Tapi Tuhan selalu punya plant A, plant B, plant C dll. Ketika plant A gagal maka Tuhan beri plant B. Tahun 2015 iblis berencana memecahkan Indonesia. Tapi ditahun 2015 juga merupakan 50 tahun daripada peristiwa G30SPKI. Lima puluh tahun merupakan tahun yobel besar. Indonesia akan mengalami rusak dan yobel. Kalau kita melekat dengan Tuhan maka kita mengalami yobel besar tapi kalau kita jauh dengan Tuhan maka perpecahan menanti dalam hidup kita.
Allah turut bekerja bagi mereka yang mengasihi Tuhan. Bangsa Israel pada waktu di Mesir, Tuhan berkata akan memberikan negeri limpah susu dan madu. Tapi di tengah jalan ngomel, ngomel dan ngomel. Adakah kita mengasihi Tuhan dengan omelan? Tuhan paling tidak suka orang ngomel. Musa ngomel maka tidak masuk Kanaan. Bekerjalah sesuai yang Tuhan mau. Ingat syaratnya sesuai rencana Tuhan dan yang mengasihi Tuhan. Jangan pernah ngomel.

Tidak ada komentar: