Senin, 08 Desember 2014

Kesombongan


Minggu, 30 November 2014
Bp. Yoab Agus Santoso


Kejadian 16:1-4

Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkat
aan Sarai. Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.

Abraham diberi janji oleh Tuhan bahwa keturunannya akan seperti bintang di langit dan pasir di laut. Abrahan menunggu janji Tuhan. Semakin hari pikiran manusianya berjalan. Darai berfikir mungkin keturunan yang dimaksut Tuhan bukan melalui Sarai melainkan orang lain. Abraham tidak melirik Hagar tapi memang dasarnya laki-laki pasti melirik. Hagar adalah hamba Sarai. Ketika Hagar mengandung dan melihat nyonyanya yang memberikan dirinya kepada Abraham dan mengandung maka dia memandang rendah Sarai. Orang yang memandang rendah orang lain artinya dia sombong. Sering kali kita tidak sadar kalau kita acapkali sombong. Kalau kita diangkat status kita, sering kita sombong. Tuhan paling tidak suka dengan orang yang sombong, congkak, tinggi hati, sok tahu.

1 Timotius 3:6
Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis.


Paulus berkata kepada Timotius untuk memilih pengurus adalah orang yang baru bertobat karena kebanyakan dia sombong. Kejatuhan iblis adalah karena kesombongan. Banyak gereja melihat jemaatnya, ketika dilihat adalah orang kaya maka segera diajukan majelis. Sedikit orang yang status sosialnya rendah tidak diperdulikan. Sering kita jatuh karena pujian manusia. Kerendahan hati itu yang Tuhan mau

Dampak hamba Tuhan yang sombong
Kejadian 16:5-9
Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau." Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku." Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya."


Orang perempuan kadang tidak bisa dipegang bicaranya. Diayat 5 dikatakan penghinaan yang diterima adalah tanggung jawab Abraham. Dulunya Abrahan tidak mau, tetapi karena dipojokkan/disodorkan oleh Sarai, sekarang Sarai berkata itu tanggung jawab Abraham. Sarai baru saja tahu kalau Hagar hamil, dia sudah memasukkan Tuhan padahal Sarai yang menyodorkannya. Akhirnya Sarai menindas Hagar sehingga Hagar melarikan diri. Ketika Hagar keluar, malaikat Tuhan memerintahkan Hagar agar kembali kepada tuannya supaya ditindas. Kenapa kog ditindas? Hagar harus bayar harga karena sombong. Seandainya Hagar tahu diri, tidak mengolok-olok Sarai mungkin dia tidak akan ditindas. Orang kalau sombong pasti mengalami sesuatu yang tidak enak. Hagar harus kembali supaya ditindas. Apakah kita pernah maping atas hidup kita? Kenapa kita mengalami kejadian atau masalah seperti ini? Ataukah kita langsung menyalahkan orang lain. Kebanyakan semua berasal dari diri kita terutama kesombongan.

Kalau Tuhan suruh melakukan perkara kecil ya lakukan. Kalau kita setia dalam perkara kecil Tuhan beri perkara besar. Kadang kita juga sering minta perkara besar. Tapi Tuhan tahu kemampuan kita, Tuhan belum bisa beri karena kita belum setia perkara kecil. Apapun masalah kita, tetaplah dalam jalur Tuhan.

Efek ketika kita tetap di jalurnya Tuhan.
Kejadian 16:10-13
Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya." Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya." Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?"


Tuhan tahu penindasan yang sedang kita alami. Dalam bahasa sehari-hari kata melihat artinya memperhatikan. Apapun yang kita alami atau gumuli, Tuhan memperhatikan. Janji Tuhan terhadap Hagar jadi. Ismael menjadi bangsa yang besar. Ketika kita sedang mengalami masalah tetap nurut maka kita akan terima janji Tuhan.

Tidak ada komentar: